Kamis, 31 Desember 2009

METODE PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM PADA ANAK USIA DINI

METODE PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM PADA ANAK USIA DINI
Makalah
Oleh TUHROJIN










BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Subhanallah, maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an melalui Nabi Muhammad Rosulullah SAW, sebagai sumber ilmu dan penenang sekaligus sebagai obat bagi jiwa yang hampa ini.
Anak adalah amanah Allah kepada orangtua, dan sebagai orangtua kita dituntut memberikan pendidikan yang semaksimal mungkin, tentunya sebagai umat muslim kita memberikan pendidikan itu berusaha sejalan dengan pedoman dasar yang bersifat hakiki yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadist.
Mencermati arus modern dewasa ini yang melanda seluruh masyarakat dunia, akibat pengaruh dari kemajuan teknologi dan informasi, tidak kecuali masyarakat muslim tentunya, diperlukan beberapa strategi untuk menyikapi kemajuan-kemajuan itu agar meminimalisir efek negatif dan memaksimalkan keuntungan positif sebagai instrumen untuk membekali anak didik menjadi pemimpin-pemimpin yang akan menguasai kecanggihan teknologi dan membekali dengan ketauhidan yang berakhir pada kualitas iman Islam.
Sebagai pendidik dan orangtua yang bertanggungjawab terhadap pendidikan anak-anaknya, maka diperlukan beberapa metode-metode pengembangan pembelajaran agama Islam yang harus dimiliki oleh pendidik agar dalam proses pendidikan itu menghasilkan generasi muslim yang mencerminkan nilai-nilai Islami baik sisi spiritual maupun mentalnya.



B. Analisis Permasalahan
Dengan pemahaman dan perenungan yang disampaikan di atas, maka timbullah beberapa pertanyaan yang hendak kami coba untuk menguraikan semampunya :
1. Apa pengertian dari metode ?
2. Macam-macam metode pembelajaran agama Islam pada anak usia dini ?
3. Bagaimana relevansi metode dengan tujuan pendidikan agama Islam pada anak usia dini ?
















BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian
Sesuai dengan kesepakatan para tokoh atau pakar pendidikan Islam, pendidikan anak dalam Islam adalah usaha yang dilakukan secara sadar dalam misi untuk mengarahkan, membina spiritual dan jasmani anak didik secara menyeluruh kearah yang lebih optimal dengan metode pengembangan pembelajaran agama Islam menuju terbentuknya pribadi muslim yang berakhlak mulia.
B. Landasan Religius
Anak terlahir membawa fitrahnya masing-masing dengan berbagai potensi yang dimilikinya (fisik, psikomotorik, intelegence, kemampuan bahasa, dll). Semua itu akan berkembang optimal apabila mendapat pengaruh atau stimulasi dari luar dirinya yang perlu ditumbuh kembangkan atau didikkan. Rasulullah SAW bersabda : “Setiap bayi yang terlahir dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam) maka kedua orangtuanyalah yang menjadikannya seseorang Yahudi, Nasrani atau Majusi” (HR. Bukhori) Melalui pendekatan metodologi pengembangan pembelajaran agama Islam pada anak usia dini akan menciptakan anak-anak yang mempunyai mental dan spiritual sesuai ajaran Islam untuk bekal kehidupannya yang mandiri dan berakhlak mulia, hal ini sesuai dengan misi kerasullan Nabi Muhammad SAW yaitu diutus Allah ke muka bumi tidak lain hanyalah untuk menyempurnakan akhlak mulia (Lii Utammimma Makarim Al Akhlak).






BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengertian Metode
Metode berasal dari bahasa Yunani “methodos” yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah maka metode menyangkut cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan Jadi fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan. Sedangkan pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk membelajarkan siswa atau usaha-usaha yang terencana dalam proses belajar mengajar.
Wajib bagi seorang pendidik untuk menguasai sejumlah metode-metode dalam mengembangkan pembelajaran pada anak usia dini terutama tentang konsep ajaran agama Islam.
B. Macam-macam Metode
1. Metode Cerita
Mendidik anak dengan menggunakan metode bercerita (At Tarbiyah bi al-Qishah) adalah merupakan cirri khas yang dimiliki oleh Al Quran yaitu saat memaparkan cerita-cerita para Nabi dan orang-orang terdahulu dengan maksud untuk dijadikan sebagai peringatan atau pelajaran.
Sebagai ulama terdahulu berpendapat bahwa cerita merupakan salah satu senjata Allah SWT yang dapat meneguhkan hati para walinya ’’Dan semua kisah dari Rasul-rasul kami ceritakan kepada kamu, ialah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu’’ (QS Huud:120)
Metode ini mempunyai pengaruh yang besar bagi jiwa dan akal, dan meningkatkan kecerdasan berfikir seorang anak sebab cerita tersebut memiliki keindahan dan kenikmatan tersendiri. Beberapa cara dalam memaparkan cerita :
a. Secara lisan dengan memperhatikan gerakan setiap tokoh dalam sebuah cerita tersebut. Cara ini dianjurkan untuk kalangan anak usia dibawah 4tahun.
b. Dengan memgunakan kaset seperti kaset-kaset cerita anak shaleh Dll. Cara ini cocok untuk kalangan usia 5-13 tahun.
c. Dengan menggunakan video seperti film Ar Risalah yang menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW. Cara ini cocok untuk kalangan usia diatas 8 tahun.
d. Cerita-cerita dalam bentuk tulisan dan gambar, cara ini hanya untuk anak-anak yang bisa membaca.
Cerita sebelum tidur sangat penting bagi anak karena kehidupannya yang dipenuhi dengan khayalan, cerita tersebut akan melekat dalam ingatan anak sehingga tidak mudah dilupakan dan telah membaur atau menetap dalam pusat ingatan ketika tertidur. Dan seluruh cerita serta pesan moral yang diberikan akan tertanam kuat untuk sepanjang hayatnya. Karena orang tua hendaknya hati-hati dalam memilih cerita untuk anak.
2. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah caa guru mentransformasikan materi pelajaran melalui tanya jawab. Menurut teori Taksonomi Bloom ada 6 macam pertanyaan yang baik untuk dijadikan pedoman tanya-jawab yaitu :
a. Pertanyaan mengenai ingatan, memori, atau hafalan
b. Pertanyaan untuk mengecek pemahaman
c. Pertanyaan mengenai penerapan
d. Pertanyaan analisis
e. Pertanyaan kemampuan berfikir kreatif atau sintesis
f. Pertanyaan bersifat penilaian atau evaluatif yang dilakukan di akhir proses belajar, atau dengan istilah Post test.

Kelebihan dari metode tanya jawab adalah :
a. Situasi kelas akan hidup karena para siswa aktif dengan berbicara / mejawab pertanyaan
b. Melatih para siswa untuk berani mengungkapkan pendapat lisan secara teratur
c. Merangsang para siswa untuk melatih dan mengembangkan daya ingatan
3. Pemberian Tugas (Resitasi)
Metode ini merupakan suatu cara dalam proses belajar mengajar, dimana guru memberi tugas tertentu dan siswa mengerjakannya, kemudian tugas tersebut dipertanggungjawabkan kepada guru Syarat-syarat pemberian tugas adalah sebagai berikut :
a. Tugas yang diberikan harus berkaitan dengan pelajaran yang telah mereka pelajari
b. Guru harus dapat mengukur dan memperkirakan bahwa tugas yang diberikan kepada siswa akan dapat dilaksanakannya sesuai dengan kesanggupan dan kecerdasan yang dimilikinya
c. Guru harus menanamkan kepada siswa bahwa tugas yang diberikan kepada mereka akan dikerjakan atas kesadaran sendiri yang timbul dari hati sanubarinya
d. Jenis tugas yang diberikan kepada siswa harus dimengerti benar-benar, sehingga murid tidak ada keraguan dalam melaksanakannya
Metode ini bertujuan untuk :
 Melatih para siswa untuk bertanggung jawab terhadap tugasnya
 Menanamkan rasa responsibility terhadap proses pembelajaran
 Melatih psikometer dan keterampilan tertentu
 Menanamkan kebiasaan belajar tanpa diberi tugas, tekun dan semangat belajar untuk masa depan


4. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan sesuatu di hadapan siswa untuk memperjelas pengertian, misalnya cara salat, tayammum, dan lain-lain. Secara psikhodegagogis manfaat metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Dapat mempertinggi perhatian dan kekhusukan peserta
b. Keaktifan mereka termotivasi karena seluruh panca indera berfungsi dan mempercepat penguasaan ilmu dan keterampilan yang diajarkan
Memperkecil verbalisme pada diri para siswa
Kelebihan dari metode demonstrasi yakni :
a. Perhatian siswa akan dapat terpusat sepenuhnya pada apa yang didemonstrasikan.
b. Memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk ingatan yang kuat dan keterampilan dalam berbuat.
c. Hal-hal yang menjadi teka-teki siswa dapat terjawab melalui demonstrasi.
Kelemahan metode demonstrasi yaitu :
a. Persiapan dan pelaksanaan memakan waktu yang lama.
b. Metode ini akan tidak efektif bila tidak ditunjang dengan peralatan yang lengkap sesuai dengan kebutuhan.
c. Sukar dilaksanakan bila siswa belum matang kemampuannya dalam melaksanakan .
5. Metode Bermain Peran
Metode ini dapat merangsang jiwa belajar peserta didik dan melihat atau mereka langsung aktif dalam kelas, misalnya tentang salat berjamaah; ada muadzin, jamaah, imam, dalam hal ini, guru tinggal mengawasi dan mengoreksinya
Dampak psikologis dan pedagogis dari metode ini adalah sebagai berikut :
a. Menimbulkan rasa tanggung jawab masing-masing untuk berhasilnya peran mereka
b. Mempererat kedekatan diantara mereka
c. Guru dan para siswa dapat bekerjasama dalam membicarakan pokok bahasan yang disepakati untuk diperankan
Dalam metode ini, guru sangat dituntut untuk menguasai kompetensi pembelajaran, yaitu :
 Menguasai materi
 Mampu mengelola program belajar mengajar
 Mampu mengelola kelas
 Mampu menggunakan media dan sumber belajar
 Mampu menggunakan landasan kependidikan
 Mampu mengelola intraksi belajar mengajar
 Mampu menilai prestasi peserta didik
 Mampu mengenali fungsi program bimbingan dan penyuluhan
 Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah
 Mampu menguasai prinsip-prinsip penelitian
Untuk dapat melakukan 10 point tersebut, guru dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas diri dengan cara meningkatkan; kompetensi akademik, kepribadian dan kompetensi sosial
6. Metode Lagu
Metode lagu adalah metode yang sangat efektif untuk diterapkan dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada anak usia prasekolah khususnya di TK Islam.
Metode lagu diterapkan menggunakan dua cara yaitu :
a. Secara lisan
b. Menggunakan kaset dan diiringi dengan gerakan tari
Manfaat lagu di TK antara lain : kaset dan tape recorder, guru yang ahli dalam menyanyi dan menari, dan suara merdu dari guru. Sedangkan faktor yang menghambat antara lain :
a. kondisi anak, kondisi guru dan kondisi lingkungan.
b. Media yang digunakan dalam penerapan metode lagu adalah kaset dan tape recorder. Adapun manfaat metode lagu dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam di TK antara lain :
a. Mengenai ajaran Agama Islam sejak usia dini
b. Mampu menghafal materi PAI dengan cepat dan mudah
c. Menanamkan jiwa keberagaman pada anak
d. Anak lebih cepat menyerap dan memahami makna agama
e. Menggugah perasaan dan emosi anak dalam belajar tanpa harus ada unsur paksaan
f. Mampu mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.
7. Metode Disiplin
Metode disiplin merupakan suatu proses bimbingan yang bertujuan menanamkan pada prilaku tertentu, kebiasaan-kebiasaan tertentu atau membentuk manusia dengan ciri-ciri tertentu. Terutama untuk meningkatkan kualitas mental dan moral (Sukadji 1988) di dalam keluarga pendidikan disiplin dapat diartikan sebagai metode bimbingan orangtua agar anaknya mematuhi bimbingan tersebut. Setiap orangtua pasti berusaha untuk mengajarkan disiplin kepada anak-anaknya dengan menanamkan prilaku yang dianggap baik dan menghindari prilaku yang dianggap tidak baik
8. Metode Keteladanan
Metode keteladanan adalah satu metode pembelajaran yang dianggap besar pengaruhnya. Segala yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam kehidupannya merupakan cerminan kandungan Al-Qur’an secara utuh, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Ahzab 133:21.
Orangtua atau pendidik adalah figur yang terbaik dalam pandangan anak yang segala tingkah lakunya sadar atau tidak sadar ditiru oleh mereka atau akan tertanam dalam pribadi mereka, maka dari itu kita sebagai pendidik atau orangtua pada khususnya mencontohkanlah yang baik bagi anak-anak kita baik di rumah maupun di sekolah, selain mencontoh prilaku kita tanamkan juga teladan bagi anak-anak teladan yang baik seperti Rasulullah dan orang alim lainnya.
Rasulullah SAW mempresentasikan dan mengekspresikan apa yang ingin diajarkan melalui tindakannya dan kemudian menerjemahkan tindakannya ke dalam kata-kata. Bagaimana memuja Allah SWT, bagaimana duduk dalam salat dan doa, bagaimana makan, bagaimana tertawa dan lain sebagainya menjadi acuan bagi para sahabat.
C. RELEVANSI METODE DENGAN TUJUAN PENDIDIKAN
Islam merupakan syariat Allah yang diturunkan kepada umat manusia dimuika bumi agar mereka beribadah kepada-Nya. Tujuan pelaksanaan syariat ini menuntut adanya pendidikan manusia. Pendidikan disini adalah pendidikan Islam. Syariat Islam hanya dapat dilaksanakan dengan mendidik diri, generasi dan masyarakat supaya beriman dan Islam juga merupakan petunjuk jalan yang benar dan lurus bagi manusia, untuk mencapai ridho Allah dan bukan jalan yang dimurka-Nya. Dengan demikian berarti Islam memberikan pelajaran kepada manusia mengenai cara menjalani dan menjalankan hidup dan kehidupan yang baik dan benar untuk mencapai keberuntungan di dunia dan akhirat.
Oleh sebab itu, pendidikan Islam menjadi kewajiban orangtua dan guru untuk disampaikan ke generasi berikutnya dengan metode-metode pengembangan pembelajaran melalui pendekatan ajaran agama yang sangat relevan sekali dengan tujuan pendidikan dalam Islam karena pendidikan Islam merupakan kebutuhan manusia sebagai makhluk pendagogis yang dididik sehingga mampu menjadi khalifah di bumi.
Pengajaran melalui metode-metode kepada anak usia dini juga disesuaikan dengan perkembangan aspek-aspek psikologisnya, yang diantaranya adalah perkembangan kemampuan berfikir (kognisinya) karena anak usia dini merupakan masa pertumbuhan yang paling peka dan sekaligus paling sibuk.
Pentingnya pendidikan yang diberikan menurut pendekatan yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang memusatkan perhatian pada anak. Sebab anak merupakan dambaan bagi setiap orangtua atau pendidik yang pada akhirnya akan berguna bagi bangsa, negara dan terciptanya muslim hakiki. Melihat peran yang begitu vital, maka penerapan metode yang efektif dan efisien adalah sebuah keharusan agar tujuan pendidikan dapat tercapai, dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenangkan dan tidak membosankan.















BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Metode adalah cara atau jalan yang ditempuh sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut cara kerja untuk memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan.
Macam-macam metode :
 Metode cerita
 Metode tanya jawab
 Metode pemberian tugas
 Metode demonstrasi
 Metode bermain peran
 Metode lagu
 Metode disiplin
 Metode ketaladan
Relefansi metode dengan tujuan pendidikan sesuai dengan tujuan syariat Islam supaya beriman kepada Allah SWT untuk mencapai keberuntungan di dunia dan akhirat.
Pemberian metode itu disesuaikan dengan perkembangan aspek-aspek psikologisnya. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenangkan dan tidak membosankan.
B. Saran
Sebagai seorang guru kita dituntut agar dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk lebih berkembang. Oleh karena itu sebagai seorang pendidik harus menguasai kemampuannya dalam mengelola kelas. Dengan demikian ia harus mempunyai strategi pembelajarannya. Dan alat pembelajaran dimaksud adalah metode-metode terutama tentang pendidikan agama Islam untuk anak usia dini
Sebelum memberikan metode-metode tersebut terlebih dahulu guru / pendidik menguasainya dengan belajar keagamaan, perkembangan anak agar metode yang diberikan tidak terlalu sulit sesuai dengan tahap usianya dan mencoba mempraktekkan metode-metode yang dikuasainya, serta ikhlas dalam mengajarkannya demi kemajuan anak didik.

















DAFTAR PUSTAKA

 Prof. Dr. H. Aminuddin Rasyad Judul Buku : Teori Belajar dan Pembelajaran
Penerbit : UHAMKA Press & Yayasan PEP EX8
 Hj. Masyitoh Ch, dkk Judul Buku : Paradigma Baru Dalam Pendidikan
Penerbit : Zikrul Hakim
 http://mail.geogle.com/maiL
 by, students from UMJ , PG-PAUD, smester III
 Pupuh Fathurrahman, 2001. Strategi Belajar Mengajar,Bandung, Tunas Nusantara.
 Hatimah. 2000. Strategi dan Metode Pembelajaran, Bandung : ANDIRA
 Mahmud dan Tedi Priatna. 2005. Pemikiran Pendidikan Islam, Bandung : SAHIFA
 Abuy Sodiqin dan Badruzaman. 2004. Metodologi Studi Islam, Bandung : Insan Mandiri.
 Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zein. 1996. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Rineka Cipta.
 M Sobry Sutikno. 2005. Pembelajaran Efektif, Mataram, NTP Press.
Muhibbin Syah. 1995. Psikologi Pendidikan, Bandung, Rosda Karya.

2 komentar:

  1. bagus nih ...pas banget waktu d suruh guru bikin karya ilmiah pas lgi judulnya.....mantapbner

    BalasHapus